TATTOO TRADISIONAL
Tesis ini membicarakan tentang kegelisahan akan kelanjutan eksistensi seni rupa tradisional di Indonesia, yang dikuatirkan sejumlah pakar seni, bahwa dalam waktu tidak terlalu lama lagi akan mengalami kepunahan. Kekuatiran ini diungkapkan oleh salah seorang pakar seni Dr. Primadi Tabrani, yang menjelaskan : "Banyak sekali data dasar seni rupa tradisi kita yang belum sempat dideskripsikan. Hal ini menunjukkan suatu keadaan yang "berbahaya" sebab 10 - 20 tahun lagi sejumlah seni rupa tradisi kita mungkin sudah punah." (1991: 76) Kekuatiran tersebut, mempunyai hubungan erat dengan tesis ini yang diberi judul : EKSISTENSI TATO SEBAGAI SALAH SATU KARYA SENI RUPA TRADISIONAL MASYARAKAT MENTAWAI. Dalam tesis ini mempunyai 3 kajian masalah. Pertama, eksistensi tato tradisional Mentawai dikaji lewat bahasa rupa simbolik dan estetik, berdasarkan jenis gambar yang terdapat pada tubuh sipemakai, yang berfungsi sebagai tatanan kehidupan mereka. Ini tercermin pada kedudukan tato sebagai simbol, tanda kenal, dan hiasan. Lebih jauh motif tato tradisional Mentawai, memiliki tanda-tanda visual (sistem penandaan) yang dapat dikelompokkan sebagai ; simbols, indeks, ikon, legisign, qualisign dan sinsign. Kedua, pengaruh budaya Iuar dikaji, yang dimulai pada tahun 1600 dengan kedatangan Pelaut Belanda, Pelaut Inggris tahun 1749 - 1757 yang mencoba membuka perkebunan lads di Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan. Masa Raffles awal abad 19, Reinese Zending Mission Geselschaft tahun 1901, Pendeta Batak tahun 1944 -1945. Kemudian Zending Batak tahun 1951, Islam 1952, Huria Kristen Batak Protestan 1954, Missionaris Katolik 1955, Pemerintah RI 1945, Pemberantasan Buta Huruf Mentawai 1950 - 1951, Badan Otorita Proyek Khusus Kepulauan Mentawai 1970, Hak Penguasaan Hutan (HPH) 1971, Resettlement 1972, Sekolah Rakyat (SR) Zending 1932 - 1940, SMP Zending 1957 dan Peniaga dari daratan Sumatera awal abad 19. Pengaruh budaya Iuar tersebut, merupakan salah satu faktor yang ikut menunjang proses kepunahan tato tradisional Mentawai. Pada bagian ketiga, dikaji sejauh mana pandangan kaum muda Mentawai dewasa ini berproses dari sikap tradisional, seperti terhadap eksistensi tato sebagai salah satu karya seni rupa tradisional nenek moyangnya. Untuk mengetahui dan memecahkan ketiga masalah tersebut, pertama menelusuri eksistensi tato yaitu melalui wawancara dan diskusi dengan Rimata, Sikerei dan pemuka masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai penelitian, dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dan memakai teknik wawancara yang memungkinkan dapat menjaring sebanyak mungkin informasi dari responden. Selain itu juga dipakai teknik repro / dokumenter, terutama untuk menghimpun data-data motif tato yang terdapat pada tubuh masyarakat tradisional Mentawai, melalui pemotretan dan gambar. Pemecahan masalah kedua, yaitu melihat sejauh mana pengaruh budaya Iuar terhadap budaya tradisional masyarakat Mentawai, kajian ini didasari dengan jalan pengamatan lapangan, mewawancarai Rimata, Sikerei, pemuka masyarakat dan kaum muda Mentawai. Pemecahan masalah ketiga, yaitu mencari tahu pandangan kaum muda Mentawai terhadap eksistensi tato. Hal ini dilakukan dengan pencarian data melalui kuesioner. Untuk menjaring responden, maka populasi dan sampel yang diambil adalah Pulau Siberut, alasan mengambil Pulau Siberut yang dijadikan studi kasus, dikarenakan pulau tersebut baik dalam legenda (cerita rakyat), maupun dalam kajian sejarah merupakan pusat budaya tradisional Mentawai. Hal ini terbukti sampai kini, dimana bagian pedalaman Pulau Siberut masih berlangsung sisa-sisa dari budaya tradisionalnya. Untuk menghimpun data mengenai motif tato diambil sesuai dari desa-desa yang dijadikan sampel yaitu ; Sirilogui dan Simatalu (Siberut Utara), Muntei, Mailepet dan Madobag (Siberut Selatan). Disamping itu untuk melengkapi pengumpulan data-data mengenai motif tato diambil juga contoh-contoh dari wilayah Silaoinan Hulu, Saibi Samukep, Simalegi (Siberut Utara), Sagalube, Saumanuk dan Taileleu (Siberut Selatan) sebagai bahan perbandingan. Tato tradisional Mentawai, dapat dikelompokkan kedalam rumpun seni rupa tradisional, karena pengertian tato seperti dijelaskan dalam Ensiklopedia Indonesia ; "Tato lukisan berwama yang permanen pada kulit tubuh." (1984: 241), begitu pula dalam Voice of Nature disebut body painting (1990 : 220). Tato disebut sebagai seni rupa tradisional, karena masyarakat Mentawai melaksanakan pentatoan itu diduga sejak masa prasejarah (neolitikum) dan masih ada yang meneruskannya dibagian pedalaman Pulau Siberut.Adanya kesinambungan pewarisan secara turun temurun, maka tato dapat disebut sebagai bagian dari seni rupa tradisional.
TATTOO MODERN
Tato tubuh sepertinya sudah menjadi hal yang umum saat ini. Bila dahulu tato identik dengan dunia kejahatan, para pelaut & geng motor, maka saat ini tato sudah menjadi hiasan tubuh yang populer & digunakan oleh orang banyak. Gambar yang digunakan bukan lagi hanya tengkorak, jangkar ataupun kapal perang, tetapi beragam mulai dari lambang tradisonal, design tumbuhan/hewan ataupun simbol pribadi untuk mengekspresikan diri.
Bila termasuk salah seorang yang berniat untuk membuat tato tubuh, maka sebelum pergi ke studio tato & membuat tato, sebaiknya perhatikan dulu beberapa hal berikut ini.
Tato sendiri adalah luka dari tusukan, yang dibuat didalam kulit & kemudian diberi tinta. Tato dibuat dengan cara menusukkan jarum ke kulit & kemudian dimasukkan tinta ke wilayah tersebut. Yang membuat tato menjadi tahan lama, adalah karena tinta tersebut dimasukkan bukan kedalam epidermis (lapisan teratas kulit yang, sering mengelupas & diproduksi lagi seumur hidup). Melainkan, tato dibuat dengan tinta yang dimasukkan kedalam lapisan dermis (lapisan kedua kulit), sel pada dermis cenderung lebih tetap, sehingga membuat tato menjadi permanen.
Menurut AAD (The American Academy of Dermatology) terdapat 5 jenis tato menurut fungsi & proses terjadinya, yaitu sebagai berikut :
Bila termasuk salah seorang yang berniat untuk membuat tato tubuh, maka sebelum pergi ke studio tato & membuat tato, sebaiknya perhatikan dulu beberapa hal berikut ini.
Tato sendiri adalah luka dari tusukan, yang dibuat didalam kulit & kemudian diberi tinta. Tato dibuat dengan cara menusukkan jarum ke kulit & kemudian dimasukkan tinta ke wilayah tersebut. Yang membuat tato menjadi tahan lama, adalah karena tinta tersebut dimasukkan bukan kedalam epidermis (lapisan teratas kulit yang, sering mengelupas & diproduksi lagi seumur hidup). Melainkan, tato dibuat dengan tinta yang dimasukkan kedalam lapisan dermis (lapisan kedua kulit), sel pada dermis cenderung lebih tetap, sehingga membuat tato menjadi permanen.
Menurut AAD (The American Academy of Dermatology) terdapat 5 jenis tato menurut fungsi & proses terjadinya, yaitu sebagai berikut :
- Tato akibat bekas luka
Biasanya disebabkan karena adanya debu atau serpihan didalam kulit, sehingga akan timbul pigmentasi setelah lukanya sembuh. Tato ini biasanya terjadi karena luka akibat kecelakaan di jalan raya. - Tato amatir
Biasanya dibuat sendiri atau oleh teman & tidak terlalu mengedepankan fungsi artistiknya. Cara yang biasa dipakai adalah dengan menggoreskan jarum/peniti yang sudah diberi tinta kedalam kulit. Untuk pewarna yang bisa digunakan, dapat berupa tinta india, tinta pulpen, arang atau abu. - Tato profesional
Tato profesional dapat dibagi menjadi 2 bagian, tato modern & tato etnik. Tato etnik biasanya dibuat dengan metode etnik tertentu yang diwariskan secara turun temurun, seperti misalnya pada masyarakat dayak atau di pulau pasifik. Sedangkan tato modern, dibuat dengan menggunakan alat khusus pembuat tato, di studio tato oleh seniman tato. Pigmentasi yang terjadi dapat bervariasi melalui penggunaan beragam warna pada tato yang dibuat. - Tato medis
Biasanya digunakan untuk menggambar area tubuh yang akan diradiasi. Tato medis biasanya dilakukan oleh dokter. - Tato kecantikan
Digunakan untuk membuat make-up permanen, seperti eye liner, lip liner, lipstick, alis mata & rambut. Tato kosmetik juga dapat digunakan untuk menggambar puting payudara setelah melakukan operasi payudara, menyamarkan vitiligo (kelainan pigmen warna pada kulit) atau menutupi tato yang tidak diinginkan.
Karena tato dilakukan di kulit, maka terdapat kemungkinan untuk mengalami infeksi kulit ataupun komplikasi lainnya akibat tindakan tato tubuh tersebut. Resiko kesehatan yang dapat terjadi adalah sebagai berikut, yang medicastore ambil dari mayoclinic.com :
- Reaksi alergi
Bahan pewarna yang digunakan pada tato, terutama warna merah dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi pada kulit. Akibatnya akan timbul rasa gatal di area tubuh yang ditato. Hal ini bahkan dapat berlangsung selama beberapa tahun setelah tato tubuh tersebut dibuat. - Infeksi kulit
Membuat tato tubuh juga dapat menyebabkan terjadinya infeksi bakteri lokal di area tubuh yang dibuat tato. Gejala yang dirasakan bila terjadi infeksi adalah kemerahan, bengkak & rasa sakit serta adanya nanah di tempat tato tersebut berada. - Masalah kulit lainnya
Kadang benjolan yang disebut dengan granuloma dapat timbul di setira area tubuh yang di tato dengan warna, terutama warna merah. Membuat tato juga dapat menimbulkan tumbuhnya jaringan di sekitar tato yang disebut dengan keloid. - Penyakit menular
Bila peralatan yang digunakan untuk membuat tato terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi penyakit, maka penyakit tersebut juga dapat masuk kedalam darah. Penyakit yang dapat menular melalui darah antara lain adalah hepatitis B, hepatitis C, tetanus, serta infeksi HIV yang dapat menyebabkan AIDS. - Komplikasi saat MRI
Meskipun jarang terjadi, tato atau make-up permanen dapat menyebabkan timbulnya rasa terbakar atau bengkak saat dilakukan pemeriksaan dengan MRI (magnetic resonance imaging). Pada beberapa kasus, pigmen pada tato juga dapat mempengaruhi kualitas gambar yang dihasilkan saat MRI.
Bila mengalami reaksi alergi, infeksi kulit atau masalah kulit lainnya, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pada beberapa kasus, bahkan diperlukan prosedur penghilangan tato.

Perawatan yang dilakukan setelah menjalani pembuatan tato tubuh dapat beragam, tergantung dari jenis & luas tato yang dibuat. Meskipun demikian terdapat perawatan standar yang dapat dilakukan sesuah membuat tato tubuh, seperti yang medicastore ambil dari mayoclinic.com berikut ini :
- Ganti perban setelah 24 jam. Oleskan salep antibiotik pada kulit yang di tato hingga sembuh.
- Jaga supaya area tubuh yang di tato tetap bersih dengan cara membersihkan area kulit tersebut dengan sabun & air serta keringkan dengan cara ditepuk jangan digosok.
- Gunakan pelembap kulit. Oleskan pelembap kulit pada area yang di tato beberapa kali sehari.
- Hindari paparan sinar matahari. Lindungi area yang ditato dari sinar matahari setidaknya selama beberapa minggu.
- Pilih pakaian yang akan digunakan. Jangan gunakan pakaian yang dapat menempel pada area kulit yang di tato tersebut.
- Biarkan area kulit di sekitar wilayah tato tersebut untuk pulih setidaknya dalam waktu 2 minggu. Jangan cabut bekas luka yang mengering (keropeng) yang ada, karena dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi serta merusak gambar yang dibuat & dapat menimbulkan bekas luka.
- Jika khawatir tato yang dibuat ternyata infeksi atau luka yang timbul tidak sembuh dengan semestinya, sebaiknya konsultasi ke dokter. Jika ingin menghilangkan tato tersebut, dapat konsultasi ke dokter kulit untuk melakukan prosedur laser pada kulit ataupun prosedur lainnya.
Banyak alasan kenapa seseorang memilih untuk menghilangkan tato tubuh yang sudah dibuat, bisa karena sudah bosan dengan gambar tersebut, alasan religius atau karena faktor lainnya. Penghilangan tato dengan prosedur laser biasanya akan membutuhkan beberapa kali kunjungan, dengan setiap kunjungan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Anestesi dapat diperlukan atau juga tidak, tergantung dari kebutuhannya.
Cara penghilangan tato dengan sinar laser adalah dengan mengirim sinar gelombang pendek dari cahaya melalui lapisan paling atas dari kulit, dimana energi laser tersebut diarahkan pada pigmen yang terdapat pada tato sehingga memecah pigmen tersebut untuk kemudian akan dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh.
Pada saat proses pelaseran tersebut, mungkin akan terasa sama tidak nyamannya seperti saat pembuatan tato tubuh. Proses perawatan luka akibat laser tersebut juga akan sama seperti setelah selesai pembuatan tato. Tetapi biasanya, biaya yang dikeluarkan untuk proses penghilangan tato akan menjadi lebih mahal bila dibandingkan dengan saat pembuatan tato. Hal ini karena proses penghilangan tato tubuh tersebut biasanya akan membutuhkan beberapa kali kunjungan hingga hilang sepenuhnya.
Meskipun tato termasuk dalam seni untuk menghias tubuh, tetapi karena sifatnya yang permanen maka sebaiknya pikirkan masak-masak sebelum ingin membuat tato tubuh. Dan bila sudah mantap ingin membuat tato tubuh, sebaiknya pilih studio tato profesional dengan peralatan yang aman & hygienis, serta selalu meminta seniman tato agar menggunakan sarung tangan & jarum baru untuk sekali pakai untuk digunakan saat membuat tato tubuh.
alat tattoo ada dua jenis .. tatoo handing dan tattoo menggunakan mesin ..
ini wujud dari alat tersebut
mesin tattoo coil
tattoo tetek




Tidak ada komentar:
Posting Komentar